Cerita Pendek TAK BISA MELUPAKAN

TAK BISA MELUPAKAN


MengenalMu Saat Tugas Ku
            Hal yang begitu sulit saat ku baru saja mendapatkan amanah baru untuk sebuah organisasi kampus di tempat ku mengecam ilmu pengetahuan. terselip kisah peuh warna yang tak tahu apakah happy anding atau hanya sebuah story sampah belaka di dalam hidupku.
Setiap hari ku melihat kamu di kampus dengan senyuman indah dan tatapan yang begitu mengandung makna tepat menusuk mata mengalir ke otak dan menyayat hati. aku terus bertanya-tanya siapa namamu? dari mana asalmu? kenapa kamu menatapku seperti itu?. 
kaku sekujur tubuh ini dalam waktu beberapa detik saat aku melihatmu, dan setelah beberapa kali ku melihat wajah itu tanpa sadar mata ini mengikut ke arah wajahmu sampai tak sadar kepalku berputar mengarah ke samping terpaku melihatmu. ternyata ada wanita yang gak cukup cantik tapi menarik hingga aku seperti ini. tak tau mantra apa yang merasukin hati ini, hingga otak berfikir cara untuk mengenal mu.

waktu berjalan dan terus berjalan, sebagai seorang yang memiliki tugas sebagai wakil ketua dalam organisasi aku seringkali memantau pekerjaan anggota dan staff yang ada di organisasi, saat melakukan konsep sistem kantin kejujuran kampus kamu dan temanmu menghampiriku dan mendaftar sebagai salah satu member untuk kantin kejujuran itu. akupun tak mungkin menolak dan merasa senang bisa melihat wajahnya dengan begitu jelas berada tepat di depan wajahku. saat temannya berbicara padaku sembari membahas tentang pajak dan sistem kantin kejujuran yang kami olah mataku selalu tertuju padamu.

Semua berjalan begitu saja, masih ku ingat saat di pagi hari aku sedang menyusun kantin dan ternyata kamu yang mengantarkan apa yang akan dijual di kantin kejujuran, lepas senyumku menlihatmu. saat diskusi kecil yang telontar dari komunikasi yang tidak begitu efektif ini aku merasa sedikit ragu-ragu dan tidak terlalu yakin tentang apa yang aku tanyakan.

"Jual apa DEWI?" sahutku dengan senyumku "ini tugas kewirausahaan kami buat Gorengan tempe, jangan lupa beli ya" dia jawab sambil sedikit bercanda.
saat itu aku juga berfikir aku bertanya sedikit dan ternyata dia menjawab begitu panjang. walaupun itu hanya ke PD-PDan aku saja sih. "Enak kayaknya, berapaan?" aku jawab kembali sambil melihat gorengannya. "Enak dong siapa dulu yang masak! hehehe... Rp1500 aja, aku duluan ya ada kelas ni" saat pertama kali ku lihat senyum dan tertawamu yang begitu membekas sampai terekam di memory semi bawah sadar ku, hah entah apalah mengartikan itu semua, karena saat setelah pertemuan inu terbayang-bayang wajahku di waktu-waktu ku dan terasa berdengung  indah di telingaku. hemm... kau lah dewiku.
waktupun berlalu hingga mau menjelang sore, hp ku berbunyi mengagetkanku dari senyum indah yang ku dengar dan ku lihat tadi pagi, ada beberapa nomor baru sms yang masuk, dan ternyata dia sms aku ingin mengambil uang hasil jualan, owh... iya aku lupa menjelaskan kalau sistem pemberian uang hasil jualan di bagi pada sore hari oleh salah satu penjual yang bertanggung jawab. modus pun terjadi pada saat ini agar aku bisa bertemu dengannya lagi, "nnti malam aja aku tanya dulu agar uangnya di bedain" aku jawab smsnya.
Malampun terjadi walau menunggu begitu lama hahaha.... aku berjalan dengannya menuju kantin untuk mengambil tempat jualannya, ada beberapa bungkus, owh iya berhububng aku anak kos yah lumayan dapat cemilan gratis, hehehe... berjalan sambil cerita dan saling mengenalpun terjadi begitu saja. tanpa ku sadari dia sepertinya tertarik juga denganku hingga kami pulangnya agak maleman sekitar 20:25 lah. tapi itu salah satu malam yang indah dalam hidupku.

Bersambung yaa....
hayo bagaimana kelanjutan ceritanya... Lain waktu di sambung lagi, jangan lupa share, comment, dan like blog ini agar aku lebih rajin lagi buat cerita yang kayak ginian.


Terimakasih...
satu huruf dari kamu berharga untukku.



0 comments:

Post a Comment