Novel Part VI: Kehidupan Penjara

Kehidupan Penjara


            Sixma
                  Hari berganti hari, Bulan berganti bulan begitu terus berjalan kehidupanku di tempat gelap dan dingin ini. Dikelilingi dinding dan satu pintu keluar dan kamar mandi tanpa penutup toilet. Hari yang aku jalani bersama 6 orang dalam satu sel dengan luas 4x4 seprti ikan yang berbaris di pasar. Semua sakit yang sudah tak berasa lagi bagi tubuh yang tak bernyawa ini.
          Perkelahian selalu terjadi disini merebutkan tahta sebagai penguasa lapas di kalangan tawanan. Perkelahian yang tak jarang berimbas padaku. Genggaman tangan yang terbang tanpa sebab yang pasti sering menghampiri wajah dan tubuhku, kaki yang melayang keras ke wajahku, semua sakit itu sudah tak berasa lagi bagi tubuh tanpa nyawa ini.
          Aku berjalan menyusuri tangga gedung. Berjalan ingin mencari cara untuk mengakhiri hidup ini. Aku melihat perkelahian di tempat laundry Sel. Mereka menusuk salah seorang tahanan yang tak ku kenal dengan gagangan sendok yang di tajamkan. Aku hanya terus berjalan naik ke atap gedung. Mereka mendatangiku, memanggilku namun aku terus berjalan. Mereka mengejarku sampai ke atas gedung dan aku terus berjalan meluncur dengan sengaja agar aku dapat mengakhiri hidup ini, mereka hanya terbelongok melihatku melayang dengan bebas dari atas gedung.
Petugas langsung naik ke atas gedung dan melakukan introgasi pada mereka, mereka menuduhku membunuh orang yang telah mereka bunuh, mereka mengatakan bahwa mereka ingin menahanku dan aku berlari meoncat dari gedung. Kejadian itu membuat aku digelar sebagai si idiot bedarah dingin.
Pandanganku semakin kabur dan gelap secara perlahan setelah merasakan sakit pada sekujur tubuhku,kaki ku sudah tidak terasa lagi yang patah mengarah tepat berlipat ke perutku, tanganku sudah berbalik arah, seluruh wajahku dipenuhi darah. Itulah gambaran setelah aku meloncat dari gedung itu.
          Ternyata dengan kejadian itu orang-orang dengan kalangan lemah menggap aku orang yang aneh yang harus dihindari. Sebagian orang-orang yang kuat di sel ini ingin mngujiku terus memukuliku setiap mereka punya kesempatan. Penyiksaan ini terus berlanjut terhadapku sampai bertahun-tahun. Pembunuhan sering terjadi di neraka ini. Dengan berbagai cara yang mereka bisa lakukan.
          Berulangkali aku meloncat dari atas gedung lantai 2 namun aku tidak mati hanya mengakibatkan patah tulang dan beberapa luka pada tubuhku. Semua tidak berasa lagi. Sakit fisik yang aku alami hanyalah segelintir dari sakit yang telah ku alami menjalani hidup ini.
          Tahun berganti tahun namun aku tidak mati-mati ditempat ini, aku sudah tidak sanggup hidup lagi. Ketika hujan dan gemuruh berteriak tepat di atas kepalaku membuat seluruh tubuhku mengigil dan tak bisa apa-apa tetap terjadi padaku, namu tidak ada yang mempedulikanku, bahkan kadang teman satu sel merasa terganggu dan memukuliku agar diam.
          Enam tahun berlalu entah berapa sodomi yang terjadi padaku, entah berapa kali aku masuk ke dalam sel khusus sudah tak terhiung lagi, malam inipun aku berada di sel khusus yang nyaman ini tanpa pencahayaan hanya sedikit lobang yang digunakan pengawas sel untuk melihat keberadaanku.
          Malam mini aku terus berfikir kedalam kehidupanku yang kelam aku berharap tidak akan bangun lagi di esok hari, setiap hari, setiap waktu hanya kematian yang aku fikirkan. Teringat dikepalaku untuk menjadi orang lain yang bisa menghajar mereka, namun aku sadar aku tidak akan bisa seperti itu.
          Alpa
          “Gelap… gelap… gelap… aku berada di mana” gumam ku di dalam hati.berapa lama aku tertidur. Seluruh tubuhku terasa berat dan sakit. Apa yang telah terjadi di sini. Berdiripun terasa sakit. 
Kupandangin kiri dan kanan untuk memastikan keberadaanku. Semua gelap dan bau. Aku meraba-raba sekitarku dan terasa sangat dinin dan lembek. Ada sesuatu yang aku sentuh kemudian ku cium, oghh… sial aku memagang taik. Aku bergeser kea rah yang lain ternyata hanya ada dinding dan kotoran di tempat ini. Aku lihat ke belakang ada pintu. Akupun beranjak ke pintu untuk keluar melihat apa yang terjadi. Tetapi pintu ini terkunci.
Aku berteriak dari pintu untuk minta pertolongan. “Tolong-tolong, tolong buka pintunya” tidak ada yang mendengarkanku, mungkin sixma diculik dan minta pertolongan denganku, anak itu selalu lari dari masalah. Hanya itu yang terbesit dibenakku saat ini.
 “Semua lantai sangat kotor aku tidak bisa tidur, perutku lapar, aghh… sudah berapa hari sixma tidak makan, dasar bodoh, apa mungkin penculik ini tidak memberi makan.” Aku bergumam dalam hati memikirkan yang terjadi sebelum aku terbangun. Malam berlanjut dan aku terus berfikir apa yang terjadi pada kami.
Aku mendengarkan suara langkah menuju kearah aku berada “Wow ini dia aku habisi kau” aku bersemangat ingin member pelajaran pada penculik sixma. “Oke Semakin dekat semakin dekat” aku bersembunyi di bawah pintu sel tepat di bawah lobang kecil tempat pemantauan. Saat dia mendekat dan melihat kearah lobang ku culok matanya dengan jariku.
Seranganku meleset reflek dari orang itu sangat cepat ku lihat orang itu berseragam khusus, pasti orang ini penculik professional untuk mengambil organ orang culikannya terbesit di benakku.
“Hey kenapa aku disini?” aku bertanya padaorang itu.
“Kau mau mati Haaa…” jawabnya
“coba kalau kau bisa” aku memancing emosi pria itu.
          Pria itu membuka pintu dengan amarah yang menggebu-gebu. Setelah terbuka aku langsung menyerang lebih dulu dengan menendangnya. Namun tubuh yang buruk ini tidak kuat menedang dengan keras. Aku dipukul dengan tongkat. Aku tidak mau kalah dengan memanfaatkan kekuatannya sendiri hingga aku dorong kepalanya kepintu. Aku alri keluar namun kupandangin sekitarku banyak kurungan-kurungan, baru kusadari bahwa aku ada di penjara dan lencana yang dipakainya adalah lencana polisi.
          “Apa yang telah aku lakukan” dengan tubuh yang lemah ini aku berlari menuju ke pintu-pintu tidak ada jalan keluar dari sini. Di ruangan ini terbagi banyak ruangan kecil seperti yang aku tempati. Tetapi hanya sedikit penghuninya. 14 sekat ruangan kecil yang dihuni 7 orang. Aku berfikir jika mereka membantuku keluar dan mengalahkan polisi itu besar kemungkinan untuk kabur.
          Polisi itu semakin dekat meluapkan amarahnya, tubuhku bergerak sendiri menghindari pukulan-pukulannya, sambil melihat peluang untuk mengambil kunci pintu yang masih tertancap di pintu selku. Aku hanya bisa member beberapa pukulan padanya sedangkan dia sudah memukulku puluhan kali tetapi rasa sakit pada tubuhku tidak begitu terasa dengan pukulan tenaga sebesar seorang opsir.
          Perkelahian antara aku dengannya berlangsung cukup lama dia terlihat capek dan gerakannya melambat. Peluang ini tidak ku sia-siakan untuk mengambil kunci dan membuka sel-sel sebelahku.
          “Woy… woy… keluar-keluar” aku membangunkan mereka sambil membuka pintu. 7 ruangan itu hanya 4 orang yang keluar. Mereka langsung berinisiatif untuk menghajar polisi tadi. Mereka sangat bringas menghajarnya.
          “Bagus… Baguss… Hajar lagi, Ayolah kau bisa lebih baik dari itu, Hey Botak yang keres mukulnya, woy tolol itu HT nya nyala” aku mencoba untuk member mereka semangat, tetapi mereka sepertinya tersinggung dan melihat kearahku.
          “Apa ? hajar lagi terus kita pergi dari sini” aku mencoba merayu mereka. Mereka semeakin mendekat.
          “Kau pikir kau siapa mengatur aku?” salah seorang dari mereka menyentakku.
          “echh… Santai santai”
          “Aku dengar kau si Idiot berdarah dingin ya, boleh juga” dia menggertakku memberiku julukan cukup aneh.
“Idiot berdarah dingin Cuihh…” terbesit di hati kecilku
“Bukan Aku Pembunuh berdarah dingin” aku menggertak mereka balik.
Mereka mulai merasa kesal dengaku.
“Lihat-lihat dia menggunakan HTnya memanggil bantuan” ku lihat polisi itu memanggil bantuan. Aku lari setelah mengalihkan pembicaraan yang menyeramkan itu mencari jalan keluar. Aku menuju pintu keluar dari ruangan itu namun beberapa polisi bersenjata lengkap mngarahkan senjata api menyambutku membuka pintu.
“Angkat tanganmu dan berlutut” mereka menyeretku kembali kedalam sel, ku lihat mereka yang aku bebaskan tadi kembali kedalam sel dan pura-pura tidak tahu kejadiannya. Seluruh polisi itu menghajarku di dalam ruangan.
“Hey 200395 kalau kau bertingkah lagi abis kau” mereka menghajarku sampai beberapa tulangku sepertinya patah, telingaku berdarah, tubuhku memar, kaki ku patah. Walau tubuhku tahan terhadap serangan fisik namun tidak tahan dalam menahan serangan itu. Perlahan kesadaranku hilang.
Waktu berjalan namun aku masih belum bisa menggerakkan tubuhku, beberapa saat kemudian lobang kecil dibagian bawah pintu terbuka.
“Hey ini makananmu, apa yang terjadi tadi malam? Tidak biasanya kau bersikap seprti itu Dua ribu tiga sembilan lima” dia berbicara seolah-olah sudah memperhatikanku.
“Pak Tolong aku, ini hanya kesalah pahaman” aku merangkak menggeser tubuh dengan satu kaki menuju makanan itu. Lapar sangat lapar, mulutkupun sudah kering. Melihat hal itu polisi tadi membantuku duduk dan memberikan makanan itu ketanganku. Aku berfikir kalau dia adalah orang yang baik.
“Kau ingat aku? Hahh…. aku dpindah tugas ke sini karena memberontak melihat beberapa kasus yang tidak sesuai dengan prinsipku” aku tidak mendengarkan kata-katanya dan melahap makanan yang cukup lezat ini. Sebuah roti yang sudah hampir bercendawan dan kentang rebus yang cukup keras dan segelas air.
“Ehmm…” aku melahap makanan terburu-buru hingga keselek.
“Minum-minum pelan-pelan saja sixma. Sudah berapa lama ya kita terakhir bertemu, ehmm… 5 tahun owh enggak 6 tahun”
“Haahh abis, bro boleh aku minta makan lagi, lapar, lihat tubuhku semakin kurus ini”
“Iya Kau sangat kurus seprti tengkorak, nnti aja aku kembali jam 10 ya”
“ini jam berapa?”
“ Ini jam 8 pagi” jawab polisi itu.
“tubuhmu terluka parah nnti aku rekomendasikan untuk dirawat sekalian ya”
“Terimakasih pak” aku berteriak dalam keadaan duduk di dinding sel ini.
“Heyy… Panggil namaku saja”
“memang nama bapak siapa?”
“Rudi ingat Rudi sampai jumpa”
Tubuhku jadi lebih baik setelah makan, urusan perut memang sangat sensitive untukku “berapa lama lagi aku disini” aku mulai bergumamm di dalam hati.
Menunggu kedatangan polisi yang bernama rudi itu perutku kembali lapar sangat lapar.
“Hey sixma, maaf aku telat datangnya, tadi ada beberapa urusan yang harus aku urus” polisi itu datang kembali sambil membawa beberapa makanan.
“lelaki itu harus bisa dipegang omongannya pak”
“hehehe… tadi ada kejadian lagi bos penjara ini bertingkah lagi terjadi perkelahian antar kelompok” dia hanya tertawa setelah aku sindir seperti itu sambil memberi makanan.
“maksudnya bagaimana?”
“Kamu taulah di sel ini ada hokum rimba yang terjadi, siapa yang kuat yang akan mengendalikan para tahanan, antar kelompok itu saling berkelahi”
“aku juga mau jadi bos penjara ini” dengan lantang dan yakin aku mengucapkan hal itu seperti hal mudah semudah mebalikkan telapak tangan.
“Ehe… banyak omong kamu sekarang sixma, setelah ini kamu ikut aku ke ruang perawatan, anggap ini sebagai menebus kesalahanku waktu dulu”
“Tidak, ini tidak seberapa dibandingkan yang aku rasakan saat ini” aku menggertak polisi itu, aku tahu seorang polisi tidak akan berprilaku seprti ini kalau dia tidak melakukan hal yang sangat fatal bagi hidupnya. Memanfaatkan seorang polisi di dalam sel akan sangat bagus untukku.
“Beri aku makanan setiap hari, minimal aku tidak kelaparan disini baru aku maafkan kesalahanmu” aku dengan percaya diri seolah-olah tahu apa yang telah terjadi pada Sixma.
“Kamu mulai memarasku ya, Oke deal” dengan senyum dia mengatakan itu, iya aku tau hal semudah itu pasti dia sanggup melakukannya, bukan hal yang sulit bagi seorang penjaga penjara.
“Pagi, Siang, Sore, dan Malam harus ada makanan untukku” aku semakin menjadi-jadi memerintahnya.
“Tidak bisa, bagaimana kalau saat aku jaga saja, soalnya aku juga kerja SIP di sini jadi setiap aku jaga bawa makanan yang cukup kamu makan dan tahan sampai malam, bagaimana?”
“Oke Deal”
Ditempat yang lusuh ini aku harus kuat dengan tubuh yang kuat, karena itu aku harus mendapatkan asupan makanan yang cukup, aku akan melatih fisikku untuk siap ditempat yang menyeramkan ini, aku tidak ingin merasa terancam lagi.
“Kalau Aku tidak Berubah, Semua tidak akan berubah”

Aku harus bisa menaklukkan diriku sendiri setelah itu aku taklukkan para Napi di penjara ini.

Part I : Nenek Keluargaku Satu-satunya


Nenek Keluarga Ku Satu-satunya



            Tik Tok Tik Tok . . .
            Suara jam mulai terdengar di telingaku, aku mulai berfikir kalau aku masih hidup di dunia yang kejam ini, perlahan aku ingin mencoba menggerakkan tubuhku yang sudah tidak terasa lagi, tetapi sakit yang luar biasa ada dikepalaku, sakit sangat sakit… sakit yang paling mengerikan yang pernah kualami, aku mencoba untuk membuka mataku, ku buka secara perlahan . . . perlahan . . . perlahan . . . cahayapun menyambar menyerang sedikit kornea mataku dan terasa pedih dan menyilaukan. Aku tidak tau berapa lama aku berbaring di tempat tidur yang bau ini, hidungku mulai merasakan bau.
            Terdengar suara seorang wanita yang menangis tersedu-sedu, seprtinya dia tidak jauh dari tempat tidurku, wanita itu sepertinya merasakan kepedihan,dan kesedihan hingga menagis seperti itu. Ingin ku melihat wajah wanita itu. Terpintas dalam kepalaku nenek, nenek pasti sedih mekihat aku sakit lemah. Aghh…. Nenek pasti sangat sedih, nenek juga tidak punya uang untuk biaya rumah sakit ini, sakit yang muncul dalam diriku berubah menjadi sakit yang lain, seperti menghujam di dalam dada kusakit yang tidak bisa tertahankan, sakittt…. Sakitt… sedihhh… aku orang yang paling menyedihkan di dunia ini, nenk ku yang sudah renta pasti sangat kesusahan saat ini, sedangkan aku berbaring di sini. Ingin aku menjerit minta maaf memeluknya dan minta maaf atas semua yang sudah akulakukan.
            Air mata berkeluaran dari mataku yang tak dapat ku buka, air mata yang terus mengalir tak dapat ku bending lagi, sakit yang terus menyucuk jantungku membuat aku sesak untuk bernafas di dalam baringku. Aku tidak sadarkan diri lagi, hanya suara monitor yang terdengar di telingaku, suara tit… tit… tit… yang terus semakin cepat, dan suara terakhir yang ku dengar adalah suara wanita yang menangis tadi melangkah ke arahku dan pergi memanggil dokter.
“ ada apa mbak?” panggil dokter melihat seorang wanita berlari tergesa-gesa ke arah pos perawat, untung saja dokter jaga malam itu tidak jauh dari ruangan ku.
“dokter ada yang bermasalah…  ah..  ah…  bunyi monitornya semakin cepat spertinya… a… aa…” jawab wanita yang menangis tadi sambil berlari, dan tidak tau menjelaskan apa pada dokter dia hanya melihat monitor yang semakin berisik.
“Sus bangun ayo kita lihat pasien… cepat ambil Defiblator cepat” dokter itu tampak cemas melihat kondisiku saat itu dokter meletakkan kedua tangannya di dadaku dan melukan CPR terus menerus dan menyuruh suster yang di bangunkannya untuk mengambil defiblator alat yang digunakan untuk memicu detak jantung menjadi normal.
“Ini Dok Defiblatornya” setelah beberapa menit kemudian perawat kembali membawa alat defiblator itu.
“Kenapa lama sekali hayo buruan 50 Joul” sahut dokter itu yang terburu-buru membuka bajuku, dan mengambil alat seperti setrika kecil yang akan di tempelkan ke dadaku yang sudah semakin kurus akibat koma seminggu di rawat di RS. Dokter itu mulai mengoles cairan ke alat itu.
“Maaf dok, 50 Joul Siap…” Suster itu tak bisa berkata banyak, suster yang ngos… ngosan… berkonsentrasi menyalalakan dan mengatur alat defiblator, suster mengambil defiblator dari ruangan ICU dan harus membangunkan para perawat di sana, entah kenapa saat itu tidak ada defiblator di pos perawat bangsal hingga suster membutuhkan waktu yang lama untuk mengambil alatnya.
“Shock” tidak ada perubahan dari detak jantung “100 Jaul” dokter itu menaikkan sengatan listrik dari defiblator itu.
“100 Joul Siap…”
“Shock…” tidak ada perubahan sama sekali setelah listrik di tingkatkan, dokter itu sudah tidak berfikir panjang lagi sepertinya dia sudah menyerah dan melakukan yang terakhir “400 Joul” hiimbauan dokter itu lagi pada susuter untuk meningkatkan tekanan listrik defiblator, suasana malam yang sepi berubah seketika menjadi malamyang mencekam, para pasien yang telah tidurpun bangun melihatku.
“Dok bahaya terlau tinggi” kilah dari suster itu.
“Cepat lakuakan”
“400 Joul Siap..”
“Shock…” dokter melepaskan alat itu dan sudah terlihat pasrah, tetapi
            Tit… Tit… Tit… detak jantung ku kembali normal.
(Lanjutan Part Wanita Itu)
Melihat kondisiku yang cukupmemprihatinkan seharusnya dirawat di ICU karena tidak punya biaya akupun dipindahkan ke bangsal.  Nenek adalah keluarga aku satu-satunya yang membesarkanku sampai saat ini, ayah dan ibuku meninggal dunia saat kecelakaan tepat di depanku saat hujan dan gemuruh yang membuat ku trauma saat hujan, neneklah orang yang selalu ada di dekatku memelukku saat ku takut, memberiku semangat, bercanda. Nenek bahkan rela menghabiskan uangnya membeli semua kebutuhan ku tanpa memikirkan kubutuhannya sendiri seperti baju bagus untukku, sepatu, biaya sekolah, handphone, semua diabeli tanpa meberitahuku. Kadang aku merasa seperti benalu untuknya. Aku sangat sayang nenek.
Nenek sanggup tidak makan demi aku, ecapkali dia berbohong dan bekata sudah makan di depanku, tubuhnya yang renta sering kali sakit, saat perut nenek sakit karena tidak makan dia bersembunyi dan merintih kesakitan, aku tak tau berbuat apa, saat aku lihat dia sembunyi kesakitan karena lapar.
“nenek sakit?” aku hampiri nenek kala sedang sakit di belakng rumah, aku sangat khawatir. Namun saat aku bertanya nenek berpura-bura tidak kesakitan dan berlari ke kamar mandi.
“nenek tidak kenapa-kenapa, perempuan seprti ini lah nak” nenek menggambarkan kalau dia lagi haid padahal aku tau bukan karena itu, nenek berpura-pura tegar di depanku, dan pergi ke kamar mandi, aku tahu nenek yang berumur hampir 50 tahun sudah pasti tidak haid lagi, nenek hanya mencoba menipuku, agar aku tidak khawatir.
Aku bukan laki-laki yang cengeng, namun melihat keadaan nenek seperti itu membuat aku sedih dan tak bisa membendung air mataku lagi, nenek satu-satunya keluargaku, aku takut nenek sakit, aku takut nenek sedih, aku tidak mau nenek khawatir kalau aku tidak makan.
kerap kali saat masakan nenek sedikit, aku dengan sengaja memakan sedikit pula entah itu saat sarapan, makan siang, maupun makan malam agar nenek juga makan, walau memang Nenek baklan marah, dan mengeluarkan triknya.
“cucu nenek sakit, kok makannya sedikit” goda nenek kalau aku makan sedikit.
“Makan yang banyak nak, kapan kamu besarnya kalau makan sedikit, kalau sixma udah cepat besar bisa bantu Nenek cari uang tuk makan” hahaha… ini adalah trik nenek agar aku makan lebih banyak, beberapa kali aku terpengaruh dengan kata-kata nenek.
Nenek selalu menyajikan makan enak buatku, walau kadang kala kami makan-makanan khayalan, hahaha…. Iya makanan khayalan…. khayalan yang enak mengkhayalkan nasi itu daging, mengkhayalkan nasi itu ayam, mengkhayalkan nasi itu makanan termahal yang ada di dunia ini, karena saat uang kami tidak ada kami hanya makan nasi tambah garam dengan air sebagai pelicin.
Kata Nenek “Senikmat-nikmat apapun makananmu jauh lebih nikmat ketika makan bersama keluargamu” imbuh nenek padaku, karena itu sepulang sekolah nenek menungguku pulang untuk makan bersama.
 aku tidak pernah membayangkan sesuatu yang lebih dalam hidup ini, aku hanya ingin membahagiakan nenek, selalu bersamanya, dan tidak membuatnya khawatir seumur hidupnya. Nenek adalah koki terhebat yang pernah kutemui, masakannya penuh dengan kasih sayang. Nenek itu ibu dan ayahku, nenek adalah pahlawanku, pantang mudndur menesehatiku, eh… kayak lagu wali.
Hal yang paling menyenangkan dalam hidupku adalah saat penerimaan raport di sekolah, aku selalu dapat juara kelas, saat paling bahagia melihat nenek seenyum bebas dan lepas melihatku, dan menyombongkan cucunya yang pintar. Aku tidak pernah belajar lebih selain di sekolah nenek menyuruhku untuk les di luar jam sekolah namun aku tidak mau membuat nenek mengeluarkan uang untuk biaya les, jadi akuikut cari botol-botol bekas untuk di jual bersama nenek, iya… kami… maksud aku Nenek dan aku adalah pemulung. Pemulung yang bahagia mengais rejeki menyusuri parit-parit, got-got, jalanan, serta tong sampah yang kotor dari rumah ke rumah untuk di jual beli makan.
Rezeki yang kami dapatkan cukup aneh buatku, ketika itu umurku masih 5 tahun, saat kami dapat botol-botol yang banyak aku kasihan liat nenek memikul segitu banyak botol dengan karung goni. Aku merasa aneh dan selalu berkata “Nek nnti kalau aku sudah besar aku yang bawakan botolnya” nenek tersenyum dan berkata “ini tidak berat kok,ini pelastik kok sixma, nenek masih kuat, masih kuat gendong kamu di depan ni” sambil memeluk dan menggendongku, senyum indah dilontarkan nenek di depan wajahku membuat aku merasa terlindungi, dan di sayangi.
Terakhir kali aku ikut bersama nenek memulung saat aku kelas 2 SD umur 7 tahun, saat hari agak mendung, nenek sudah menyuruhku untuk tinggal dirumah dan bermain tetapi aku ingin ikut bersamanya, aku memaksa dan mengikuti nenek dari belakang. Setelah jauh berjalan nenek memanggilku dan memegang tanganku sambil memulung memungut botol-botol, nenek tidak pernah marah,nenek sangat baik, Nenek sosok malaikat dalam hidupku.  Saat kami ingin mengmbil botol-botol di belakang bangunan tua. tempat nongkrong pemuda setempat yang meninggalkan banyak botol-botol di sana, kamu menuju kesana kami melewati terowongan, banguanan-bangunan gelap, dan lembab, karena cuaca yang buruk banyak nyamuk di berkeliaran disana, seluruh tubuhku dgrogoti nyamuk, aku menahankan sakit digigit nyamuk dan tidak mau menangis buat nenek khawatir. Aku memang tidak ada persiapan untuk ikut memulung karena buru-buru mengikuti nenek tidak mau ditinggal, aku tidak pakai baju tangan panjang dan celana panjang. Saat seluruh tubuhku digigit nayamuk aku hanya diam dan mengusir nyamuk itu semampuku, aku tidak mau mengkhawatirkan nenek jadi aku berusaha sendiri untuk mengusir nyamuk-nyamuk yang mengigitku.
Setelah berapa lama di tempat yang gelap itu dan dipenuhi nyamuk aku lemas pusing dan pingsan. Tangan nenek memegang tongkat dan senter nenek terus berjalan, saat nenek melihat ke blakang aku sudah pingsan, nenek menjerit, menjatuhkan semua bawaannya dan bergegas memeluk, menggendongku sambil menangis dan berlari keluar dari tempat itu, Nenek teus-terusan minta tolong agar di beri tumpangan ke rumah sakit, nenek pasti sangat-sangat sedih karena membawa ku kesana, sekujur tubuhku panas dan dipenuhi bentol-bentolan yang awalnya merah berubah menjadi hitam. sampai di IGD Rumah Sakit tubuhku di basahin, di lap, dan dibersihin dengan handuk kecil, mungkin untuk menurunkan demamku yang mencapai 39,5 derjat celcius dan sukurnya aku selamat.
Kejadian yang membuat aku menyesal karena telah membuat nenek ku menagis dan merasa menyesali perbuatannya. Kejadian itu menimbulkan bekas yang dalam, sekeliling rumah kami menggosipin nenek, nenek di bilang gila karena membawaku memulung dan membawa ketempat yang gelap, dan berbagai pandangan buruk tetangga lain pada nenek, bahwa nenek mau membunuhku.
Sentakku marah pada mereka yang menggosip telah menuduh nenek ku sepertiitu, padahal semua adalah kesalahanku, aku berjanji tidak akan membangkang pada nenek lagi, dan akan membuatnya tidak khawatirlagi.
Kini aku masuk rumah sakit lagi aku tidak mau membuat nenek khawatir aku harus segera sembuh dan membantu nenek mencari uang. Aku takut kerjaan aku digantikan oleh orang lain, saat aku masih sekolah SD dulu aku membantu menjualkan beberapa kue dan menjajakannya di sekolah bersama teman-teman ku. Saat aku SMP aku menjual beberapa alat tulis dengan temanku, kemudian aku dapat kerja separuh waktu di warung makan kalau siang habis pulang sekolah, café saat malam hari, dan kadang di minimarket.
Semua kehidupanku memliki keterbatan seperti orang tua ku yang memliki waktu yang terbatas di dunia, seperti penyesalanku yang sudah terlambat, saat aku menjajakan jualan ku waktu SD kadang habis kadang sisa, dan aku takut menhabiskan waktu berbaring disini sampai nenek aku wafat. Aku harus segera bangun aku harus sembuh.
Nek aku merindukanmu…
Jaga kesehatanmu nek…
Jangan sedih…
Tetap bahagia nek…
Aku pengen makan masakan nenek…

Aku sayang nenek…

Animasi Yang Wajib Otaku Tonton



Recommended Animasi

          Bagi kamu para otaku yang berjiwa adventure dan suka tentang tanangan, ini rekomendasi anime-anime yang wajib kamu tonton, jika kamu belum menonton animasi ini kam belum bisa di katakana Otaku.
apasih ariti otaku?
          Setau aku sih Otaku itu orang yang gila dan sangat suka dengan anime…!!!Ho ho ho
Marikita lihat dari beberapa situs resmi apa itu otaku…
Chek Thi… Don’t Out…
apalah…
 Wikipedia mengatakan bahwa Otaku (おたく/オタク?) adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi. Sejak paruh kedua dekade 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga, bahkan ada orang yang menyebut dirinya sebagai Otaku.
 Nahh… Gitu Broo…
Aku sih ora Ngertos Bahsa jepang sih, tapi mari kita ambil pengetahuan dari artikel singkat ini. Karena bnyaknya orang-orang yang suka anime, mereka buat komunitas kecil dan shareing tentang anime padatahun 80-90an lah, dan mereka manggil sesame mereka itu Anda yang bahasa Jepangnya sampeyan/ehh… Otaku.
Otaku-otaku tadi sudah semakin parah kehidupannya, hidupnya hanya penuh imajinasi kartun jadi seorang akademisi jepang bernama Nakamori Okio membuat artikel hasil penelitiannya tentang para penggemar anime kartun tadi dengan judul “Otaku No Kenkyu” (おたくの研究 Penelitian tentang Otaku).
Oke Para otaku yang setia atau para calon otaku simak rekomended anime baru dari gua
1.     Ajin
Menceritakan tentang kisah bertahan hidup orang-orang yang memiliki bakat atau bahasa kita indigo, tp lebih dari indigo. Mereka bisa mengendalikan hantu mereka sendi berwarna hitam, yang telah diteliti pemerintah untuk menciptakan manusia mutan, karena ajin atau manusia berbakat tadi tidak bisa mati tubuh mereka bermutasi apaya kalau putus tumbuh lagi,kalau luka sembuh lagi. Tetapi mereka sembuh kalau mati. Waahh… seru dah langsung aja nonton.
          Karena mereka sudah merasa di asingkan terus dan di buru mereka melawan manusia,pemeran utamanya seorang anak SMA bernama Kou yang juga terus di buru. Seorang psikopat satoupun ingin merekrut dia menjadi ajin penuntut hak asasi ajin, tetapi satou adalah psikopat pembunuh manusia.
          Kou yang tidak setuji prespektif Satou jadi bermusuhan hingga terjadilah konflik Negara yang sangat seru untukdi tonton.
2.    One Punch Man
Ini kisah seorang pahlawan Negara yang kuatnya MasyaAllah, Sejarah melawan musuhnya hanya sekali tonjok. Namun Seitama adalah sosok yang biasa saja dan tidak menyombongkan kekuatannya. Dari seluruh pahlawan kota mengnggap dia menipu kalau mengalahkan monster yang jauh di atas kelasnya.
Hal Paling lucu di anime ini adalah saat Saitama pemeran utama botak ini mendaftar sebagai pahlawan bersertifikasi atau  No Nasional, kemampuan fisiknya jauh di atas rata-rata, sampe loncat tinggi kepalnya nyangkut, ah lucu kali, tetapi di ujian tertulis dia di bawah rata-rata. Jadi saitama ada di kelas C dengan honor yang kecil.
          Sedangkan seorang muritnya yang dilatihnya ada di kelas S. murtnya seorang Cyborg yang ingin lebih kuat lagi agar bisa balas dendam dengan pembunuh keluarganya. Namun dia tidak bisa mengalahkan saitama walau hanya satu pukulan.
          Ending film ini adalah perkelahian antara orang terkuat di muka bumi dengan saitama, sampai-sampai berantam ke luar angkasa gila. Mereka terbang kayak peluru, tetapi saitama tidak bisa terbang hanya bisa meloncat tinggi dan jatuh ke bawah, sampai dia terlempar ke planet lain, dan dia meloncat dari pelanet satu ke pelanet  Bumi.
          Sifat redah hati dan agak dongok saitama ini seperti menodai kisah kepahlawanan yang selalu keren, dan itu menambah serunay anime ini.
3.    Bloodivores
Ini kisah Negara jepang yang dilanda virus sudah 60 tahun demi menyelamatkan diri para ilmuan terus mencari obatnya hingga seluruh warga tidak bisa tidur, sampai kurang tidur. Setelah lama menderita obatpun ditemukan tetapi memiliki efek samping yang mengubah mereka jadi Vampir. Lahir dari Manusia dan Vampir, karakter utama Mi Liu, "The Child of Hope", adalah untuk mewakili harapan baru yang akan menghubungkan dua spesies. Mereka adalah Biang keladi dari perampokan bank, Mi Liu dan kawan-kawannya ditangkap dan dipindahkan ke sebuah penjara khusus dari Badan Pertahanan Nasional yang memantau Vampir. Mencoba untuk membebaskan Anji, Mi Liu diserang oleh monster aneh dan dia tahu bahwa lokasi penjara sesuai dengan tempat kelahiran Vampir, ibukota lama "Blue Town." Mengapa Vampir terjebak di Blue Town? Apa itu monster aneh menyerang mereka? pahlawan kami harus berjuang untuk memecahkan mereka misteri.
4.    Naruto
Film bersejarah ini siapalah ya yang gak tau jadi gak perlu di jelasinlah. Tapi ini film wajib menuru aku, bagi generasi berapapun, khususnya generasi otaku yang baru harus nnton lagi dari awal cerita naruto ini.
5.    One Piece
Anime legen juga nih yang wajib kamu tonton aku telat nntonnya dulu, jadi nnton dari awal hingga butuh waktu 2 bulan lebih abisin epsodenya makan gak jelas, tidur gak jelas, kecuali ketiduran. Tetapi sangat seru, dengan teori-teori yang aneh semua berkaitan tentang bajak laut. Luthfi yang lemah dan sekarang kuat dapat di liat perkembangannya dan terus berkembang menjadi lebih kuat.
6.    Shingeki No Kyojin
Kalau ini Otaku mana yang gak tau,kisah sejarah yang tersusun rapid an teori-teori raksasa yang tersusun kreatif disini sangat membuat kita penasaran dan ingin lagi ingin lagi untuk menontonnya. Tetapi season selanjutnya belum ada dan yang paling aku tunggu season ke 2 nya.
Kisah raksasa yang berprilaku aneh, dan pemeran utamanya eren jenger juga adalah raksasa yang tumbuh dari kekuatan manusia. Film ini masi banyak misteri yang belum terpecahkan, dari ayah eren yang hilang entah kenapa, dan kenapa dia bisa jadi raksasa. Episode di tutu dengan pertarungan annie dan Eren yang sangat menyeramkan.
7.    Tokyo Ghoul
8.    Akame Ga Kill
9.    God Eter
Film Bertemakan Game
10. Sword Art Online
11.  Hai To Gonsou no Grimgar
12. Blood
13. Uverload
14.  

Nnanti lanjutannya ya…


TOS



Terms of Service
Terimakasih Atas Kunjungan Anda,
Syawalafm.blogspot.com adalah media blog yang membahas tentang internet marketing, blogging, media sosial, entrepreneurship, artikel inspiratif, anime-anime dan yang lainnya. Artikel yang dimuat di blog ini dituliskan berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan opini dari penulis. Beberapa artikel mungkin ditulis ulang dari sumber lain dengan tata bahasa yang berbeda.
Dengan mengunjungi blog syawalafm.blogspot.com berarti Anda setuju dengan ketentuan berikut ini:
  • Anda setuju tidak menyalin (COPAS) artikel yang ada di dalam blog  Syawalafm.blogspot.com  tanpa seizin Pemilik Blog Ini.
  • Anda setuju untuk tidak melakukan tindakan yang mengganggu kenyamanan, misalnya memberikan komentar SPAM, dan tindakan lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan  syawalafm.blogspot.com dan pembacanya.
  • Anda setuju untuk tidak melakukan klik iklan yang ada di blog syawalafm.blogspot.com secara berulang-ulang.

Pelanggaran


  • Jika terdapat pelanggaran TOS yang dilakukan oleh pengguna  syawalafm.blogspot.com, maka kami sebagai pemilik blog berhak melakukan berbagai tindakan yang memang diperlukan, misalnya menghapus komentar SPAM, memblok IP komputer, atau tindakan lainnya.

Novel Terbaru Part IV: Rahasia Menghancurkanku

Rahasia Menghancurkanku


            Kenyataan hidup memang menyakitkan, semua terjadi begitu saja tanpa pemberitahuan, hal bahagia yang datang begitu singkat seperti mimpi indah. Kini aku kembali ke dunianyataku, dunia sepi yang hanya ada aku dan nenek, setelah keluar dari rumah sakit aku akan bekerja membantu nenek mencari uang, atau nenek istirahat dan aku yang mencari uang. Membayangkannya sangat membuat jantungku berdetak kecil di dalam kelutnya hatiku di tinggal wanita pujaanku.
          Pagi yang sepi tanpa Syafha, dia pergi meninggalkanku tanpa meninggalkan apapun untuk ku kenang, jangankan alamat di singapura, No hp saja tidak di tinggalkan. Masih membekas di benakku santun prilakunya, lucu wajahnya, cantik senyumnya, dan hangat tubuhnya tadi malam.
          Syfha pergi meninggalkan banyak pertanyaan bagiku, sikapnya yang begitu membuatku nyaman hinggat jatuh hati padanya mengandung banyak rahasia yang belum aku ketahui, baru beberapa jam dia pergi aku sudah merindukannya, sangat-sangat merindukannya.
          Keadaanku saat ini sudah membaik semua berkat Syfha, Syfha yang menghilangkan rasa sakit ku, membuatku ingin cepat-cepat sembuh. Beberapa plan sudah aku fikirkan saat aku sudah keluar dari rumah sakit, makan di luar bersamanya, nonton film, belanja, hahaha… memikirkannya saja membuat aku geli sampai-sampai senyum-senyum sendiri,yang pasti aku bisa bawa dia jalan hemat seperti swalayan, taman, menonton tv di rumah, masak-masak bareng, makan bareng,tetapi sontak senymku hilang mengingat dia telah pergi.
          “Selamat Siang, Anda bernama Sixma Abdillah?” tiga orang laki-laki besar tinggi tiba-tiba berada di dekatku, menyapu fikiranku dalam khayal.
          “Iya benar pak, Ada yang bisa saya bantu” ku jawab pertanyaan mereka, lalu tiba-tiba nenek datang.
          “Pak Polisi jangan sekarang, dia masih sakit pak polisi, kasihani cucuku pak polisi, tolong… pakk…” nenek datang sambil berlari kea rah polisi itu mebuat aku bingung dan bertanya-tanya, ini ada apa sebenarnya.
          “Saudara kami tahan karena kasus pembunuhan, saudara berhak diam dan menyiapkan pengacara” sambil menunjukkan surat peintah penangkapan.
          “gila kau ya pak pembunuhan apa? Pengacara apa? Woy… lepas.. nek tolong sixma nek… tolong nek…” Aku di seret dari ruangan dalm kondisi tubuh yang masih sakit membuat aku tak mampu melawan kekuatan dua orang itu. Aura takut dan gelap mulai menyelimuti pandanganku, tubuh ini terasa lemas. Aku harap semua ini hanya mimpi.
          Hidup ini terasa tidak adil bagiku, aku berfikir panjang tentang kesealahan ku, sampai teringat  kejadian malam itu, perkalihan antara kami dengan sesoreang yang menganiaya wanita. Aku sudah mengingatkan kepada teman-temanku jangan ikut campur urusan orang, tetapi Fadli tidak bisa menahan emosinya, aku tidak tau alasannya kenapa dia langsung memukul pria itu.
Sudah 3 hari aku di penjara. Makanan yang biasanya enak dimasakkan nenek untukku menjadi hambar dan aku berpura-pura bahagia agar nenek tidak khawatir, namun nenek tetap saja menangis melihatku sepeti ini membuat aku tidak sanggup membendung air mataku, saat aku di dalam penjara aku berharap bisa bertemu dengan teman-temanku, aku sempat berfikir pasti mereka sudah duluan masuk penjara dan merasakan apa yang aku rasakan saat ini.
Seorang detektif
“teman-temanmu satu bulan lalu mengatakan hal yang sama seperti yang kamu katakan” dia memulai percakapan langsung pada intiya.
“Owh ya aku Rudi detektif baru masuk ditim ini satu bulan lalu”
“apa yang terjadi pada mereka?” aku bertanya dengan penasaran.
“setelah beberapa hari dipenjara mereka memberikan kesaksian palsu, orang tua mereka melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan mereka, dunia ini sangat kejam kawan sampai mereka menuduh semuanya padamu” Polisi itu menjelaskannya padaku. Aku tidak mengerti apa yang dia maksud teman-teman aku merubah pengakuan mereka hingga menuduhku.
“kalau kamu tidak mau mengaku dan terus mejawab seperti ini hukuman kamu akan berat saat dipersidangan, buatlah semua lebih mudah agar hukumanmu juga tidak berat,hanya itu yang bisa kamu lakukan saat ini”.
“Aku tidak mau”
“kamu ingat wanita yang wakti itu kalian tolong”
“iya aku mengingatnya, Kenapa”
“dia adalah istri dari orang yang kalian bunuh” aku terperanjat kaget dan memegang kepala ku.
“dia bersaksi bahwa dia melihat kalian berempat berkelahi dengan suaminya dan disuruh menyelamatkan diri oleh suaminya”
“kenapa dia tidak berkata Jujur” aku menjawab dengan penuh kesal dan marah
“semua kesaksian kalian sebenarnya sama, tetapi yang terpenting adalah kesaksian wanita itu, dia adalah seorang pembawa berita, dan suaminya seorang pengusaha. Kalau dia mengaku seperti yang kalian katakan. dia tidak akan mendapatkan warisan harta suaminya. Wanita itu dan keluarganya yang memaksa untuk menuntut kamu harus di hokum semestinya dengan alasan suaminya meninggal dan pelaku harus di hokum semestinya”
“Akhhhhhh….” Semua semakin terasa rumit, dan tidak tau harus bagaimana. Aku menarik rambut di kepalaku dengan kuat.
“Pak Tolong aku” dengan suara lembut aku meminta pada polisi muda itu.
“maafkan aku” dia pergi meninggalkanku di ruang introgasi.
“tolong akuuu… tolongg… aku tidak mau dipenjara” aku berteriak dan merengek seperti anak kecil, sku semakin ketakutan, tak ada satupun yang mendengarkan ku, hanya nenek orang satu-satunya yang mendengarkanku.
Aku rindu nenek…
“nenek… nenek...” aku merengek memanggil nenek, aku takut, dan semakin takut.
Setelah kejadian itu aku sudah merasa putus ada dan menerima nasibku yang sudah seperti ini, aku mulai memikirkan apa yang terbaik untukku, sampai aku mengakui semua yang bukan sepenuhnya kesalahanku.
          Kesedihan mendalam membuat aku sesak dan tidak sanggup lagi mengeluarkan air mata, aku seperti lelaki cengeng yang meratapi nasibnya setelah aku tahu bahwa teman-temanku ternyata tidak berada di penjara, bahkan mereka memberikan kesaksian palsu bahwa aku yang membunuh pria itu. Mereka mengatakan kesaksisan aku menuju pria itu dan ingin memeras uangnya karena mobil kami tidak ada minyak, namun pria itu tidak member jadi aku berkelahi dengannya hingga dia jatuh dan meninggal.

          Mereka teman-temanku 9 tahun kami berteman mereka sanggup melakukan ini, aku hanya bersikap positif bahwa mereka mengira aku akan meninggal dunia. Jadi mereka melakukan ini hanya untuk menyelamatkan diri mereka karena aku sudah tidak sadarkan diri, tetapi saparuh dari diriku berkata mereka berkhianat memberikan semua bebannya padaku, dan menerima beban ini padaku.